Kemendag Dorong Sinergi Antarlembaga Pacu UMKM Manado Lakukan Ekspor

Senin, 5 Oktober 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Kementerian Perdagangan berkomitmen menjalin kerja sama dan sinergi yang kuat dengan berbagai kementerian/lembaga di tingkat pusat dan daerah, terutama lembaga pembiayaan, guna meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah, serta usaha mikro kecil dan menengah (IKM/UMKM) di Manado, Sulawesi Utara, dalam melakukan ekspor.


Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan hal tersebut dalam acara “Kick Off
Duta IKM/UMKM Go Export”, di God Bless Park, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (3/10).


“Pemerintah harus memberikan kemudahan berusaha bagi IKM/UMKM, seperti dalam aspek
pemberian kredit yang mudah atau stimulus. Tujuannya yaitu agar peran IKM/UMKM dalam
pembangunan ekonomi bisa semakin besar,” ungkap Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry mengatakan, para pelaku IKM/UMKM perlu mendapatkan kemudahan dalam
mendapatkan akses pembiayaan melalui proses asesmen yang lebih sederhana dan bunga yang
lebih kompetitif. Untuk itu, sinergi semua pihak dalam meningkatkan daya saing IKM/UMKM
Indonesia penting dilakukan agar IKM/UMKM dapat berkontribusi terhadap ekspor Indonesia.

Saat ini, kontribusi IKM/UMKM terhadap ekspor Indonesia masih kurang dari 10 persen. Tingkat
kontribusi ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain, seperti Swiss, Tiongkok,
Belanda, Jepang, Amerika Serikat; dan beberapa negara anggota ASEAN seperti Thailand, Filipina,
Malaysia, dan Vietnam. Maka, lanjut Jerry, guna membangkitkan gairah dunia usaha lokal
berorientasi ekspor tanpa mengesampingkan kearifan budaya lokal, kebijakan penguatan pasar
dalam negeri harus menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Penguatan pasar dalam negeri dilakukan dengan mengamankan pasar dalam negeri dari
gangguan impor, memperluas pasar dan pusat distribusi, serta meningkatkan kepatuhan
peredaran barang. Selain itu, juga memberikan peluang sebesar-besarnya bagi wirausaha nasional
dalam memasok kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor, termasuk promosi penggunaan
produk dalam negeri,” ujar Wamendag.

Kebijakan lainnya, lanjut Jerry, adalah kewajiban pembelian oleh pemerintah atas produk dalam
negeri, promosi ekspor, serta mendukung kolaborasi dan global entrepreneurship. Selain itu, juga
penting dilakukan pemberian informasi yang lengkap mengenai strategi pemasaran produk dan
peningkatan promosi produk lokal yang terintegrasi secara nasional lewat platform niaga
elektronik. Diharapkan dengan adanya penjualan melalui platform niaga elektronik, UMKM dapat
juga melakukan transaksi secara nontunai.

“Tentu menjadi harapan kita bersama jika IKM/UMKM Indonesia yang mampu mengekspor
produknya hingga ke mancanegara, khususnya melalui platform niaga elektronik. Selain itu,
dengan memanfaatkan platform niaga elektronik, IKM/UMKM juga dapat semakin terbuka
terhadap ekosistem digital sehingga memudahkan dalam perluasan pasar dan peningkatan daya
saing,” jelas Jerry.

Wamendag Jerry menekankan, pemerintah juga akan memberikan pendampingan bagi pelaku
usaha agar dapat mengevaluasi produknya sehingga diterima dengan baik di pasar. IKM/UMKM
berorientasi ekspor harus fokus memproduksi barang yang memiliki nilai tambah, mengkreasikan
narasi unik untuk mendukung merek produk yang dihasilkan, serta menjaga konsistensi kualitas
produknya.

“Kemendag juga terus memberdayakan perwakilan di luar negeri, seperti atase perdagangan dan
Indonesian Trade Promotion Center untuk mempromosikan produk IKM/UMKM di pos mereka
masing-masing,” tegas Jerry.

Dalam Laporan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara tercatat, pada 2020 dari sekitar
190.270 orang, tercipta sebanyak 1.200 wirausaha baru. Sementara, Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kota Manado juga tercatat memiliki 150 wirausahawan binaan. Para
wirausahawa binaan ini pernah mengikuti beberapa pameran seperti di Jakarta dan Semarang
untuk mempromosikan berbagai hasil produk IKM/UMKM Kota Manado.

Pada gelaran “Kick Off Duta IKM/UMKM Go Export” ini, digelar pula kegiatan tambahan berupa
demo memasak abon cakalang dan juga kue basah khas Manado, seperti cucur dan panada, yang
dilakukan para pelaku IKM/UMKM. Wamendag Jerry pun didaulat melakukan aksi demo masak
serupa.

Pada acara tersebut, turut hadir Walikota Manado, Vicky Lumentut; Kepala Dinas Koperasi
dan UKM Provinsi Sulawesi Utara, Ronald Sorongan; Wakil Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi
Utara, Ivanry Matu; dan Kepala BPOM Provinsi Sulawesi Utara, Sandra MP Linthin. (ray)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *