Kerja Sama RCEP sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Indonesia

Jumat, 13 November 2020

Jakarta , MINDCOMMONLINE.COM-Penandatanganan  kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) antara Indonesia dengan 14 negara lainnya dinilai menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine menyatakan, Indonesia dan ke-14 negara anggota lainnya akan memetik manfaat melalui peningkatan ekspor dan investasi melalui.

“Untuk Indonesia, menjalin kemitraan dengan blok regional sebesar ini akan sangat membantu dalam mendorong pemasaran produk-produk ekspor. Terlebih mengingat kedekatan negara-negara anggota secara geografis dan hubungan kerja sama yang selama ini sudah dibangun dalam bilateral,” kata Pingkan, Kamis (12/11).

Diproyeksikan, manfaat dari RCEP akan dapat dirasakan lima tahun setelah ratifikasi dengan peluang peningkatan sebesar 8%-11%  dari ekspor dan 18%-22% dari investasi.

Kerja sama RCEP mencakup perdagangan barang dan jasa, investasi, kerja sama ekonomi dan teknis, kekayaan intelektual, persaingan, penyelesaian sengketa, e-commerce, usaha kecil dan menengah (UKM) serta hal-hal teknis lainnya.

Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan bahwa RCEP akan membawa manfaat pendapatan global sekitar US$ 260 miliar, mengingat bahwa blok perdagangan ini memiliki cakupan yang sangat besar jika dilihat dari jumlah populasi dan pencapaian PDB secara keseluruhan.

Berkaca dari database International Investment Agreements Navigator yang dirilis oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), perjanjian RCEP ini akan menjadi payung dari 35 kerja sama bilateral dan multilateral yang sudah terjalin diantara 15 negara anggota RCEP.

“Dengan demikian, harmonisasi dari tiap-tiap perjanjian perlu diupayakan dan dikomunikasikan kepada para pelaku usaha dalam negeri agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” kata Pingkan.

Ada pun Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan baru saja menyampaikan keterangan pers bahwa RCEP sudah siap untuk ditandatangani pada Minggu, 15 November 2020,  bertepatan dengan penutupan dari 37th ASEAN Summit and Related Meetings yang dilangsungkan secara virtual sejak 9 November lalu.

Setelah RCEP ditandatangani, masing-masing negara memiliki waktu selama dua tahun untuk mempersiapkan diri dari sisi regulasi domestik, infrastruktur, maupun fasilitas pendukung, dan juga sosialisasi kepada masyarakat luas agar dapat memanfaatkan potensi dari perjanjian ini sebelum melakukan ratifikasi.

Ada pun manfaat yang utama dari perjanjian ini ialah menghilangkan hambatan tarif dan non-tarif secara bertahap dalam blok perdagangan dalam jangka panjang. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *