Hingga 2 Tahun ke Depan, LPI Diproyeksikan Himpun US$ 100 Miliar

Rabu, 18 November 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksi Sovereign Wealth Fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi (LPI) akan dapat menghimpun dana hingga  US$ 100 miliar  dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Jadi kalau kita bisa dapat  US$ 100 miliar  dalam setahun, dua tahun ke depan, kita leverage tiga kali jadi  US$ 300 miliar . Jadi  US$ 300 miliar inilah nanti akan bisa meng-cover proyek di dalamnya, ada enam yang disusun mulai dari kesehatan, pertanian, infrastruktur, sampai dengan pembangunan ibu kota,” kata Luhut dalam webinar yang digelar UGM, Selasa (17/11).

Luhut menjelaskan, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur soal Sovereign Wealth Fund kini tengah dalam finalisasi dan diharapkan sudah mulai berjalan pada November ini.

Pada tahap awal, pemerintah Indonesia akan menyuntikkan sekitar 5 miliar dolar hingga 6 miliar dolar AS ke dana abadi tersebut.

Luhut pun membidik sejumlah investor mulai dari The Blackstone Group dan BlackRock yang akan ia temui di sela kunjungan kerjanya di AS, untuk bisa menanamkan modal di SWF Indonesia. Begitu pula The United States International Development Finance Corporation (IDFC) yang diharapkan juga bisa ikut menyuntikkan dana ke SWF Indonesia.

“Kami akan ketemu besok di White House dengan mereka. Sebenarnya bukan angkanya, karena tahun depan pemerintah akan banyak juga memasukkan proyek dan dana ke Sovereign Wealth Fund ini,” katanya.

Selain membidik investor-investor AS, pemerintah Indonesia juga membidik investasi dari sejumlah pihak termasuk Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), hingga Macquarie Group Limited dari Australia.

Ia menjelaskan, tahun ini pemerintah akan menyuntikkan dana sebesar  US$ 5 miliar  hingga US$  6 miliar  ke SWF. Ada pun pada tahun depan, pemerintah akan menempatkan sekitar US$ 50 miliar  hingga US$ 60 miliar  ke lembaga pengelola investasi yang diamanatkan dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja itu.

“Saya pikir tahun depan kita berharap bisa  US$ 50 miliar- US$ 60 miliar, total dari kita saja,” katanya. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *