Kota Bengkulu Dilanda Gempa M5,1, Masyarakat Tidak Panik

Senin, 30 November 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Warga Kota Bengkulu tidak panik saat gempa dengan magnitudo 5,1 terjadi pada Ahad (29/11), pukul 21.48 WIB.  Guncangan dirasakan beberapa detik oleh warga setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu melaporkan guncangan gempa terjadi selama 3 detik. Sesaat terjadi gempa, BPBD memonitor situasi masyarakat setempat. Hal serupa dilaporkan BPBD Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. BPBD Kabupaten Kaur melaporkan bahwa gempa juga dirasakan warga di wilayahnya. Namun, guncangan itu tidak menimbulkan kepanikan.

“Situasi kondusif,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kaur Ujang Syafri melalui pesan singkat, Ahad (29/11).

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menginformasikan bahwa parameter gempa dengan M5,1 tersebut terjadi pada 50 km barat daya Kaur, 57 km tenggara Bengkulu Selatan atau 84 km timur laut Enggano, Provinsi Bengkulu. Kedalaman gempa berada pada 10 km. 

Berdasarkan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, skala kekuatan gempa menunjuk I – II MMI di Sekincau, II – III MMI di Krui dan Liwa, III MMI Kepahiang, III – IV MMI Kota Bengkulu  dan Seluma, IV MMI Kaur. Kekuatan IV MMI menggambarkan kekuatan gempa yang dirasakan banyak orang di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, serta memungkinkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. 

“Wilayah Provinsi Bengkulu merupakan salah satu kawasan yang berada pada kategori kelas bahaya sedang hingga tinggi untuk gempa bumi. Provinsi Bengkulu memiliki 10 kabupaten yang teridentifikasi pada kategori tersebut dengan luas mencapai 1,7 juta hektar. Dilihat dari risiko, populasi terpapar dapat mencapai 1,8 juta jiwa,” ungkap Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. (ray)  

Leave a Comment