Sinyal Pemulihan Ekonomi Jatim mulai Terlihat

Rabu, 2  Desember 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi menyebut sinyal pemulihan ekonomi Jatim mulai terlihat, namun intermediasi industri keuangan masih tertekan.

Bambang, dalam laporan Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Proyeksi 2021 kepada media di Surabaya, Selasa (1/12), mengatakan pemulihan ekonomi di Jatim mulai terlihat dengan data penjualan kendaraan bermotor yang meningkat 20 persen pada September 2020 secara month to month (mtm).

Kemudian, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur naik tipis, yakni pada September sebesar 47,2 menjadi 47,8 pada Oktober 2020, serta non performing loan (NPL) Perbankan dan non performing financing (NPF) Pembiayaan yang termitigasi dengan baik, yakni NPL Perbankan Oktober 2020 sebesar 3,3%, kemudian NPF Oktober sebesar 4,9%.

Sementara itu, sektor keuangan di Jatim, Bambang menyebutkan, stabilitas sektor jasa keuangan sampai triwulan III 2020 cukup baik, terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) disaat pendemi yang menglami pertumbuhan sebesar 8,7%  secara yoy pada Oktober 2020, dibandingkan posisi September 2020 tumbuh sebesar 7,9%.

“Peningkatan ini dikarenakan adanya fenomena ketidakpastian uang tunai atau disebut “Cash is the king in the uncertainty situation,” kata Bambang.

Untuk kredit, kata Bambang, terus menurun karena lemahnya permintaan kredit dan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit.

“Kredit perbankan Jatim terkontraksi 2,3%  Oktober 2020, hal ini menurun lebih dalam dibandingkan September 2020 yang terkontraksi hanya 1,8%,” katanya.

Bambang memprediksi, dengan terlihatnya pemulihan, penghimpunan dana tahun 2020 berada di kisaran Rp 110 sampai Rp 120 triliun, dan meningkat di tahun 2021 menjadi di kisaran Rp 150 sampai 180 triliun. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *