Banjir Lebak, 1 Warga Belum Ditemukan

Selasa, 8 Desember 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daeah (BPBD) Kabupaten Lebak masih melakukan penanganan darurat banjir di wilayahnya. Penanganan difokuskan dalam evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar para warga yang mengungsi.

BPBD Kabupaten Lebak mencatat tujuh titik pengungsian. Lima pos pengungsian berada di Kecamatan Rangkasbitung, sedangkan masing-masing satu pos berada di Kecamatan Karanganyar dan Cipedang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Hingga Senin (7/12), pukul 21.00 WIB, BPBD setempat masih melakukan pendataan warga yang mengungsi. 

Kebutuhan warga yang mendesak antara lain logistik permakanan termasuk makanan siap saji, matras, selimut dan kebutuhan balita. Terkait dengan penerapan protokol kesehatan, logistik masker dan hand sanitizer sangat dibutuhkan. 

Kondisi terkini tercatat lima kecamatan yang masih dilanda banjir, seperti Kecamatan Banjarsari, Rangkasbitung, Karanganyar, Cibadak dan Wanasalam. Ketinggian muka air (TMA) beragam di Kecamatan Banjarsari, Rangkasbitung, Kalanganyar dan Cibadak sekita 50-100 cm, sedangkan Kecamatan Cibadak, Ds. Cipedang dengan TMA sekitar 200 cm. 

“Laporan BPBD setempat menginformasikan satu warga masih dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian tim gabungan,” kata Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (8/12).

Banjir Kabupaten Lebak yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi menyebabkan beberapa sungai meluap, seperti Sungai Ciberang dan Sungai Ciujung di sebelah Utara serta Sungai Ciliman di Selatan. Banjir terpantau sejak Ahad malam (6/12), pukul 20.00 waktu setempat. 

Data kerugian materiil sementara pada Senin (7/12) tercatat 1.817 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian beragam antara 100 hingga 150 cm. Sedangkan hujan tadi malam juga menyebabkan longsoran hingga mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman. BPBD setempat mencatat rumah rusak ringan akibat longsor 21 unit, rusak sedang 27 dan rusak berat 15. Infrastruktur pada fasilitas umum masih dalam pendataan. 

BNPB memonitor prakiraan cuaca BMKG yang menginformasikan bahwa pada Selasa (8/12) prakiraan cuaca di Kabupaten Lebak berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. 

Banjir Pandeglang

Banjir juga melanda Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang terjadi pada Senin (7/12), pukul 02.00 WIB. Peristiwa dipicu oleh intensitas hujan tinggi sehingga debit air Sungai Cileman dan Sungai Cilemer meluap. 

Wilayah terdampak banjir berada di Kecamatan Picung, Panimbang, Cikeusik, Angsana, Cigeulis dan Sukaresmi. Sedangkan keluarga terdampak, data sementara BPBD setempat jumlah keluarga terdampak sebanyak 4.721 KK atau 16.891 jiwa. Warga yang mengungsi sebanyak 90 KK atau 390 jiwa yang mengungsi ke Kecamatan Sukaresmi. 

Kondisi terkini terpantau cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. 

Sedangkan kebutuhan mendesak antara lain alat mandi, pakaian ganti, makanan cepat saji, obat obatan, tikar, popok bayi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lebak untuk memonitor situasi terkini penanganan darurat bencana banjir dan longsor. Masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.  (ray)

Leave a Comment