Tingkatkan Ekspor ke Finlandia, Kemendag Gelar Webinar Layanan Business Matching

Senin, 28 Desember 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional menggelar seminar web (webinar) “Layanan Business Matching
dengan pelaku Usaha Finlandia”. Acara yang diikuti lebih dari 100 pelaku Indonesia ini berlangsung
Selasa (22/12).

“Dalam situasi pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai cara di
tengah pembatasan sosial untuk menggenjot ekspor dengan menggunakan pemanfaatan
teknologi. Salah satunya, melalui penyelenggaraan webinar penjajakan kesepakatan dagang dan
kerja sama antara para pelaku usaha Indonesia dan Finlandia,” jelas Direktur Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional Kasan di tempat terpisah.

Kasan menyampaikan, potensi ekspor ke Finlandia bagi produk-produk Indonesia masih terbuka
lebar. Indonesia menempati peringkat ke-39 sebagai negara asal impor Finlandia. Nilai ekspor
Indonesia ke Finlandia periode Januari─Oktober 2020 mencapai USD 50,79 juta. Lima produk
ekspor utama Indonesia ke Finlandia yaitu produk karet, alas kaki, buah kaleng, perlengkapan meja
dan dapur, serta mesin cetak, copy, dan faks.

Dalam acara ini, Kementerian Perdagangan menggandeng Findolainen Business Hub Ltd. yang
merupakan badan pelaksana (company spotter/implementing agency) dari Finnpartnership yaitu
sebuah program kemitraan bisnis di bawah Kementerian Luar Negeri Finlandia. Program tersebut
bertujuan memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan
negara berkembang.

“Melalui Layanan Business Matching ini, perusahaan dan para pelaku bisnis Indonesia dapat
mencari mitra bisnis di Finlandia. Para pelaku usaha yang tertarik mengikuti kegiatan ini dapat
mengirimkan formulir aplikasinya lengkap dengan salinan dokumen pendukung,” jelas Direktur
Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan.

Jika memenuhi syarat, lanjut Marolop, maka perusahaan akan dimasukkan dalam basis data
Matchmaking Service, Finnpartnership. “Apabila terdapat mitra bisnis dari Finlandia yang
berminat bekerja sama, selanjutnya akan diatur pertemuannya. Dalam sebulan, kuota perusahaan
yang dapat difasilitasi melalui layanan ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pemilihan perusahaan
dilakukan dengan selektif,” tuturnya.

Marolop menjelaskan, bagi Indonesia, pasar Finlandia memiliki potensi ekspor yang masih belum
dioptimalkan (untapped export potential). Sebagai contoh, produk kopi. Berdasarkan data
International Trade Center (ITC), pada periode tahun 2015–2019, ekspor kopi Indonesia ke
Finlandia baru sebesar USD 764 ribu. Sedangkan potensi ekspor kopi Indonesia di pasar Finlandia
mencapai USD 17,6 juta di tahun 2024.

Managing Director Findolainen Business Hub Ltd, Dea Viinikainen juga menambahkan, di pasar
Finlandia, yang menjadi faktor utama konsumen membeli suatu produk adalah kualitasnya.
Kepatuhan terhadap standar Eropa menjadi jaminan kualitas. Menurutnya, seperti negara-negara
Eropa lainnya, Finlandia juga merupakan pasar yang menaruh perhatian tinggi terhadap
kelestarian lingkungan. Produk yang sederhana, praktis dengan kemasan minimal, dan menghargai
lingkungan (berkelanjutan) semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Marolop menegaskan, di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan akan terus
mengupayakan pengembangan ekspor. “Untuk itu, layanan kemitraan bisnis yang disediakan
Trade Promotion Office negara lain perlu dimanfaatkan sebaik mungkin,” tandasnya.


Selain itu, Kementerian Perdagangan sedang berupaya menyelesaikan perundingan IndonesiaEuropean Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Melalui perjanjian dagang ini, diharapkan Indonesia dapat memperluas akses pasar dan investasi dengan Uni Eropa di masa mendatang. Untuk dapat masuk pasar ini, pelaku usaha Indonesia perlu mempersiapkan diri, salah satunya dengan menyesuaikan kualitas produk yang dimiliki sesuai dengan tren, selera, dan standar pasar Eropa,” tutup Marolop.(udy)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *