Ada Sistem Resi Gudang Ayam Karkas Beku di Cianjur

Selasa, 29 Desember 2020

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meresmikan sistem resi gudang (SRG) komoditas ayam karkas beku di gudang SRG milik PT Arwinda Perwira Utama di Cianjur, Jawa Barat, Senin (28/12). Wamendag berharap, SRG ayam karkas beku nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan pelaku usaha dalam rantai bisnis komoditas ayam, utamanya para peternak mandiri.

“Implementasi SRG ini bertujuan meningkatkan distribusi dan mendukung para pelaku usaha agar dapat menyimpan komoditas yang dimilikinya di dalam gudang SRG. Dengan SRG, para pelaku usaha juga dapat membudidayakan dan memanfaatkan komoditas yang dimiliki mereka tersebut,” ujar Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry juga menyampaikan, peresmian SRG ayam karkas beku milik PT Arwinda Perwira Utama di Cianjur ini menjadi wujud kontribusi pelaku usaha untuk mendukung pelaku usaha lainnya, termasuk usaha kecil menengah (UKM). “Hal ini merupakan bentuk sumbangsih konkret yang diberikan para pelaku usaha terhadap perdagangan Indonesia,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten II Bupati Cianjur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yanto Hartono yang mewakili Bupati Cianjur; Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama; Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi; Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wihiyadi; Presiden Direktur Perwiratama Group, Cecep M. Wahyudin; Direktur PT Arwinda Perwira Utama, Sahid; Pimpinan Bank BJB Kantor Cabang Cianjur, Arris Mirawan; Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy N. Mandey; dan Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Cianjur Nana Rukmana yang mewakili Kepala Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur.
Peresmian SRG ini merupakan implementasi SRG ayam karkas beku yang kedua.

Implementasi pertama SRG ayam karkas beku telah dioperasikan di Bekasi oleh PT Atma Mulya Jaya pada 22 Juli 2020 lalu.

Wamendag Jerry berharap pengimplementasian SRG dapat dimanfaatkan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga dalam mempersiapkan komoditas-komoditas unggulan Indonesia agar dapat menembus pasar internasional. “Kemendag terus mendorong agar komoditas potensial Indonesia dapat terus dikembangkan dan difasilitasi dengan SRG,” imbuh Wamendag Jerry.


Sementara itu, Kepala Bappebti Sidharta Utama mengatakan skema SRG yang dikembangkan PT Arwinda Perwira Utama ini akan memberikan manfaat bagi semua pihak dalam tata niaga. Produsen bisa memperoleh insentif dari usaha peternakannya berupa harga jual yang layak dan stabil serta mendapatkan akses pembiayaan usaha yang mudah dan murah. Sedangkan di sisi distributor dan ritel, pola SRG akan memberikan kepastian ketersediaan stok dengan harga yang kompetitif melalui kontrak pengadaan dengan para produsen.

“Pada gilirannya, skema ini juga akan bermanfaat bagi konsumen akhir karena bahan pangan dapat
diperoleh secara mudah dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

Menurut Sidharta, gudang beku PT Arwinda Perwira Utama hingga saat ini telah menerbitkan enam resi gudang dengan volume total mencapai 21,8 ton atau senilai Rp612,3 juta. Dari enam resi gudang tersebut, satu di antaranya telah dimanfaatkan untuk mendapatkan pembiayaan usaha dari Bank BJB dengan nilai pembiayaan mencapai Rp53,2 juta. Beberapa resi gudang lainnya saat ini masih dalamproses pengajuan pembiayaan di Bank BJB.

SRG dinilai sebagai salah satu instrumen alternatif yang memungkinkan untuk memberikan mekanisme manajemen stok dan akses pembiayaan. SRG juga dapat dioptimalkan dalam mengendalikan dampak yang muncul akibat pandemi Covid-19. Saat ini banyak pelaku usaha komoditas pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan mengalami kesulitan cash flow dalam melakukan penyerapan komoditas dari produsen dan terjadi penurunan permintaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu, para produsen memasuki waktu panen komoditas sehingga ada potensi terjadi penurunan harga komoditas akibat turunnya permintaan di pasar komoditas dan hal ini berpotensi menyebabkan penurunan pasokan di kemudian hari karena berkurangnya insentif untuk berproduksi.

Sementara itu, Presiden Direktur Perwiratama Group, Cecep M. Wahyudin berharap SRG akan menjadi harapan baru bagi para peternak ayam pedaging. “Ada harapan besar bahwa SRG ini akan menjadi satu pemicu terbentuknya sistem integrasi bisnis secara horizontal antar-pelaku bisnis ayam mandiri, yaitu dengan terbangunnya pola kerja sama antarrantai bisnis di peternakan ayam secara terintegrasi,” ungkap Cecep.

Usai meresmikan SRG komoditas ayam karkas beku, Wamendag Jerry melakukan pelepasan secara
simbolis produk ayam karkas siap konsumsi ke beberapa retailer dari Gudang SRG PT Arwinda Perwira Utama.

SRG sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 9 Tahun 2011 merupakan suatu instrumen penyimpanan untuk pengelolaan stok komoditas, tunda jual pada saat saat tertentu seperti pada saat harga komoditas pada titik yang rendah serta menyediakan akses kredit berbasis komoditas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha komoditas di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan termasuk oleh petani, peternak, dan nelayan.

Mekanisme resi gudang ini diharapkan dapat menjadi instrumen pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil menengah, serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani/nelayan.
Saat ini pelaksanaan SRG telah mencakup 12 komoditas dari 18 komoditas yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020, baik komoditas pangan pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan. SRG telah dilaksanakan di 99 kabupaten/kota yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia.

Pelaksanaan SRG dilakukan baik dengan memanfaatkan gudang yang dibangun pemerintah maupun gudang SRG milik swasta. Tercatat saat ini telah terdapat 85 pengelola gudang SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti, 130 gudang SRG baik yang dibangun atau dimiliki oleh pemerintah maupun swasta, serta 51 Lembaga Penilaian Kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia.

Peningkatan partisipasi pelaku usaha dan kelembagaan di bidang SRG tentu juga berdampak langsung kepada nilai pemanfaatan SRG yang dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan positif.

Tercatat pada tahun 2019 nilai transaksi SRG mengalami pertumbuhan 11 persen. Pada periode Januari – November 2020, nilai transaksi resi gudang tercatat telah mencapai Rp160,26 miliar atau tumbuh sebesar 64 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, nilai pembiayaan berbasis SRG juga mengalami peningkatan. Tercatat pada periode Januari–November 2020, nilai pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp91,05 miliar atau meningkat 67 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun jenis komoditas yang masuk dalam Gudang SRG juga semakin beragam di luar komoditas pertanian pangan seperti gabah, beras, dan jagung, tetapi juga kopi, kakao, rumput laut, rotan, lada, garam, timah, ikan, dan ayam karkas beku.

Pemanfaatan SRG dapat memberikan suatu mekanisme yang bisa menjembatani antara produsen
komoditas dan pasar; menyediakan informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu, dan nilai
komoditas; memberikan kepercayaan dan keamanan yang lebih besar dalam transaksi perdagangan; mempermudah dalam memperoleh pembiayaan komoditi yang kompetitif; dan memungkinkan transfer risiko harga yang lebih efektif dan transparan. SRG juga berpotensi menjadi bagian dari sistem logistik dan distribusi nasional sehingga di kemudian hari diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen dalam mendukung pengendalian ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditas pangan.

Selain itu, Sidharta meyakini pemanfaatan SRG sebagai instrumen manajemen stok dan pembiayaan akan menggerakkan berbagai usaha, mulai dari produsen komoditas, transportasi, pergudangan, pembiayaan, hingga lini produksi terkecil. “Sehingga pada akhirnya akan mendorong roda ekonomi berputar kembali untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas Shidarta. (ray)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *