SiLPA 2020 capai Rp 234,7 Triliun, Naik Dibanding 2019

Kamis, 7 Januari 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)  pada 2020 mencapai Rp 234,7 triliun atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2019  yang mencapai Rp 53,4 triliun.

“Ini sudah ada di UU APBN untuk kemampuan menggunakan SiLPA 2020,” kata Sri Mulyani, Rabu (06/01).

Menurut dia,  dari sisa lebih itu, sebanyak Rp 66,7 triliun  di antaranya tidak ditarik karena memang ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020.

Penempatan dana itu bertujuan untuk membantu dunia usaha termasuk UMKM dengan kucuran kredit melalui perbankan.

“Tujuannya sampai perekonomian pulih dan kredit naik lagi,” imbuh Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak Rp 50,9 triliun SiLPA 2020 akan dialihkan untuk anggaran 2021 untuk mendorong program vaksinasi dan UMKM.

“Kami akan terus memaksimalkan sumber-sumber yang ada sehingga pembiayaan APBN sebaik mungkin, biaya sekecil mungkin, risiko bisa dikelola dan efektivitasnya membaik,” imbuh Sri Mulyani.

Sementara itu, realisasi APBN 2020 tercatat defisit mencapai 6,09 persen atau Rp 956,3 triliun sehingga lebih rendah dari defisit sesuai Perpres 72 tahun 2020 mencapai Rp 1.039,2 triliun.

Total pendapatan negara mencapai Rp 1.633,6 triliun atau mencapai  96,1%  sesuai Perpres 72 tahun 2020 yang mencapai Rp 1.699,9 triliun.

Capaian itu menurun sebesar 16,7%  dari perolehan tahun 2019 mencapai Rp1.960,6 triliun.

Komponen pendapatan negara di antaranya penerimaan pajak mencapai Rp1.070 triliun atau turun 19,7% dibandingkan 2019 mencapai Rp 1.332,7 triliun.

Belanja negara mencapai Rp2.589,9 triliun atau meroket 12,2% dibandingkan tahun 2019 mencapai Rp 2.309,3 triliun. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *