Pembiayaan Investasi pada 2021 Melonjak 175,8%

Selasa, 26 Oktober 2021

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Realisasi pembiayaan investasi selama periode September 2020 hingga September 2021  melonjak 175,8%, yakni dari Rp 27,2 triliun  menjadi Rp 75,2 triliun.

Below the line atau yang biasa disebut pembiayaan investasi terealisasi terutama untuk pemberian dana-dana abadi,” ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Oktober 2021 secara daring di Jakarta, Senin (25/10).

Dengan demikian, ia menuturkan realisasi pembiayaan investasi tersebut telah mencapai 40 persen terhadap target APBN 2021, yaitu .

Secara perinci, pembiayaan investasi sejak Januari-September 2021 telah diberikan untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) senilai Rp 20 triliun, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sebesar Rp 15,1 triliun, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Rp11,1 triliun, pinjaman ke daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 10 triliun, dan PT Hutama Karya Rp 6,2 triliun.

Bendahara Negara menambahkan, pembiayaan investasi juga telah diberikan kepada PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) senilai Rp 5 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial Rp 2,3 triliun, Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Rp2 triliun, PT PAL Indonesia Rp 1,3 triliun, PT Pelindo III Rp 1,2 triliun, serta PT Kawasan Industri Wijayakusuma Rp 970 miliar.

“Kami akan meminta Direktur Jenderal Kekayaan Negara Inspektur Jenderal untuk terus memantau kinerja dari penyertaan modal negara (PMN) dan bantuan-bantuan ini kepada instansi instansi tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, ia mengungkapkan untuk realisasi pembiayaan investasi pada bulan September 2021 saja tercatat mencapai Rp13,32 triliun.

Dana tersebut diberikan kepada PLN Rp5 triliun, PT SMF Rp 2,25 triliun, PPDPP Rp 2,62 triliun, KIW Rp 970 miliar, PT Pelindo III Rp 1,2 triliun, dan PT PAL Rp 1,28 triliun. (ki)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *