Senin, 1 November 2021
Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Bank Indonesia mencatat terjadinya pelarian modal asing sebesar Rp 0,78 triliun dari pasar keuangan domestik pada 25-28 Oktober atau pekan keempat Oktober 2021.
Jika dirinci, terjadi penjualan neto di pasar Surat Berharga Negara sebesar Rp 4,32 triliun dan pembelian neto di pasar saham sebesar Rp 3,54 triliun.
“Berdasarkan data transaksi 25-28 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 0,78 triliun,” kata Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur, akhir pekan.
Secara tahun kalender berjalan atau sejak awal tahun hingga pekan ketiga Oktober 2021, nonresiden masih tercatat beli neto Rp 8,91 triliun (year to date/ytd).
Meski demikian, Credit Default Swap yang mencerminkan premi risiko investasi menurun ke 79,28 basis poin per 28 Oktober 2021, dibanding data 22 Oktober 2021 yang sebesar 81,87 basis poin.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan di Jumat pagi dibuka di kisaran Rp 14.150 per dolar AS, menguat dibanding Kamis (28/10) yang sebesar Rp 14.170 per dolar AS. Sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun ke 6.14% pada Jumat ini dibanding Kamis (28/10) yang sebesar 6,15%.
BI menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” ujarnya. (ki)