Daerah Aliran Sungai Barito Meluap, 410 KK Terdampak Banjir

Senin, 23 Mei 2022

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Hujan deras mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, sejak Jumat kemarin (20/5),sekitar pukul 07.00 waktu setempat, menyebabkan peningkatan daerah aliran sungai Barito hingga meluap yang mengakibatkan 977 unit rumah, 5 rumah ibadah, 7 fasilitas pendidikan, 3 fasilitas umum dan 5 unit fasilitas kesehatan terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) 100 – 150 sentimeter.

BPBD Kabupaten Murung Raya mencatat, peristiwa tersebut berdampak pada 410 KK. Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, namun aktivitas masyarakat menjadi terhambat.

Banjir ini melanda 17 desa diantaranya Desa Kalasin, dan Desa Tumbang Olong1 di Kecamatan Uut Murung, Desa Muara Joloi II di Kecamatan Seribu Riam, Desa Tumbang Massao, Desa Teluk Jojo, dan Desa Tumbang Molut di Kelurahan Tumbang Kunyi Kecamatan Sumber Barito.

Selanjutnya, Desa Muara Laung II, Kelurahan Muara Tuhup, Kelurahan Muara Laung I di Kecamatan Laung Tuhup, Kelurahan Tumbang Lahung, Kelurahan Muara Bakonan di Kecamatan Permata Intan, dan Desa Muara Sempoi, Desa Juking Pajang, Desa Danau Usung, Desa Mangkahui Kelurahan Puruk Cahu Seberang di Kecamatan Murung.

Sebagai bentuk upaya percepatan penanganan banjir tersebut, Tim BPBD Kabupaten Murung Raya telah turun ke lapangan guna melakukan kaji cepat situasi, monitoring berkala kondisi banjir, membantu proses evakuasi warga dengan menggunakan perahu karet dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, Polri, pemerintah desa setempat serta relawan untuk memantau kondisi daerah aliran sungai (DAS)  Barito.

Merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG untuk beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah hingga lusa (24/5), berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir/kilat.

Sebagai bentuk respons dari adanya prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah telah meneruskan informasi peringatan dini potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya banjir susulan. “Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat wilayah Kabupaten Murung Raya termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi yang berdampak pada 10 kecamatan berdasarkan analisis inaRISK,” ucap  Abdul Muhari, Ph.D., Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. (udy)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *