Kemendag Persiapkan “Jalan Tol” untuk Industri Mamin

Jumat, 5 Agustus 2022

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan, diperlukan dukungan pelaku usaha dalam memperkuat industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia. Untuk itu, sinergi dengan pelaku usaha harus diperkuat. Tujuannya untuk meningkatkan peluang Indonesia dalam menembus pasar global, khususnya negara-negara nontradisional.Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukmandi Jakarta pada Rabu(3/8). Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

“Produk mamin Indonesia memiliki kualitas dan peluang besar untuk terus berkembang. Untuk itu, sektor ini harus terus didukung, salah satunya dengan digitalisasi perdagangan,”kata Mendag Zulkifli Hasan.

Selain itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, Kemendag telah mempersiapkan ‘jalan tol’ agar produk mamin Indonesia semakin membanjiri pasar nontradisional. Salah satunya persetujuan dagang Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUEA-CEPA).“Lewat kerja sama perdagangan dengan Uni Emirat Arab sebagai hub, saya yakin industri ini dapat semakin kontributif terhadap pendapatan negara,”ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Adhi menyampaikan permintaan kepada Mendag Zulkifli Hasan mengenai pembebasan bea masuk dan kemudahan proses importasi bahan baku industri pangan. “Permasalahan utama dalam industri pangan Indonesia yaitu ketersediaan bahan baku dan penolong yang sebagian besar impor seperti gula kristal rafinasi, garam industri, dan susu,” ungkapnya.

Pada hari yang sama Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) yang diwakili Ketua I Johan dan Ketua II Deny Mulyono. Pertemuan membahas perkembangan industri peternakan dan perikanan Indonesia.

Pada pertemuan, Mendag Zulkifli Hasan berharap GPMT dapat turut menyokong kebijakan yang dikeluarkan Kemendag, khususnya membantu menyediakan pakan untuk meningkatkan produksi hasil ternak. Pakan ternak memberikan andil terbesar dalam pembentukan harga daging ayam ras dan telur ayam ras. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah stabilisasi harga pakan ternak, khususnya melalui upaya stabilisasi harga dan pasokan jagung guna menjamin ketersediaan pakan dengan harga yang terjangkau bagi peternak.

“GPMT diharapkan dapat bekerja sama dengan Pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pakan kepada peternak mandiri. GPMT juga diharapkan sedapat mungkin menahan laju kenaikan harga pakan,”imbuh Mendag Zulkifli Hasan.
Selain itu, Mendag Zulkifli Hasan mendorong GPMT untuk lebih banyak menyerap produksi petani dalam negeri, salah satunya komoditas jagung. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus melindungi petani dari tengkulak.
“GPMT Diharapkan dapat melakukan penyerapan jagung langsung dari petani agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,”tandasnya. (dya) 

ndag.go.id

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *