Demi Capai SDG’s, 21 BUMN Dorong ‘Green Economy’

Senin, 8 Agustus 2022

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Sebanyak 21 Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) berkolaborasi menggerakkan dalam upaya menghidupkan green economy atau ekonomi hijau. Hal itu dimulai dengan menyelenggarakan acara “Bakti BUMN: Gerakan Tanam 1 Juta Pohon”, yang dilakukan di Desa Cipelah, Ciwidey, Jawa Barat. Kedua puluh BUMN tersebut yakni PT Surveyor Indonesia, PT PLN, Pegadaian, Pelindo, Airnav, Telkom, Pupuk Indonesia, WIKA, Jamkrindo, Jasa Raharja, Perum Bulog, Nindya Karya, Garuda Indonesia, Aksrindo, Perhutani, Kimia Farma, Biofarma, Sucofindo, Biro Klasifikasi Indonesia, Perumnas, dan Indofarma.

Deputi SDM dan Teknologi Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata mengatakan, program Bakti BUMN ini dilaksanakan dengan penyerahan bantuan bibit kopi sejumlah 213.756 pohon, yang diserahkan kepada Camat Rancabali, Dadang Hermawan.

“Sebagaimana arahan Menteri BUMN, Erick Thohir, program Bakti BUMN harus dilaksanakan secara terintegrasi, terarah, dan akuntabel. Diharapkan program ini dapat menjangkau lebih luas, dan dampaknya harus terasa dan sustain,” kata Tedi dalam keterangannya, hari ini.

Tedi menambahkan, BUMN memiliki komitmen bersama untuk menaman 1 juta pohon, sebagai bentuk kepedulian BUMN terhadap lingkungan. “Yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan yang berkelanjutan (SDGs),” kata Tedi.

Sustainable Development Goals (SDGs) merupkan salah satu agenda internasional yang disusun oleh PBB, dalam rangka ingin menyejahterakan masyarakat dunia.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M. Haris Witjaksono mengatakan, bantuan bibit kopi ini merupakan dukungan BUMN terhadap program tanam 1 juta pohon, sekaligus upaya untuk menjaga kualitas dan produktivitas kopi di Indonesia.

“Penanaman kopi ini bebas deforestasi atau degradasi hutan. Budidaya kopi telah dilakukan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik,” kata Haris menerangkan.

Diketahui, Surveyor Indonesia sebagai inisiator kolaborasi mengalokasikan 22.222 bibit yang disebar ke enam kelompok tani, yaitu Wana Mandiri dan KT Rancabali di Kecamatan Rancabali, Giri Tani di Kecamatan Pacet, Layangsari dan Cilaja GM di Kecamatan Cilengkrang, serta kelompok Mekar Tani di Kecamatan Cimenyan dengan total pemanfaatan lahan 29 ha dan pemberdayaan 329 petani.

Selain berperan dalam inisiasi program tanam kopi, secara lebih luas Surveyor Indonesia juga berinovasi dengan layanan Traceability Coffee. Hal itu sebagai jawaban dari tantangan regulasi ekspor produk-produk komoditas hutan untuk dapat masuk ke pasar Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

Dengan layanan Traceability Coffee konsumen dapat melakukan pelacakan secara mobile, untuk memastikan produk kopinya tidak berasal dari wilayah atau kebun yang memiliki asosiasi dengan penggundulan hutan ilegal maupun pembalakan liar.

Dengan penanaman yang tidak merusak kondisi hutan eksisting di Kabupaten Bandung, program ini juga mengampanyekan pencapaian SDGs no. 13 tentang Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana, dan SDGs no. 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang kokoh melalui kontribusi pada upaya-upaya kepatuhan pada regulasi melalui keterlacakan komoditas hutan yang dapat diekspor serta pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). (au)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *