Januari—Agustus 2022, Transaksi Aset Kripto Capai Rp 249,3 Triliun.

Rabu, 5 Oktober 2022

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –  Kementerian Perdagangan terus mengoptimalkan potensi sektor ekonomi digital Indonesia yang tumbuh dengan pesat. Diperkirakan, pada 2030, kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional akan meningkatmenjadi 18 persen dari totalproduk domestik bruto(PDB).Hal ini disampaikanWakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam acara World Cloud Show Indonesia Edition 2022 yang diselenggarakan oleh The Trescon Global Business.

“Dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia, saat ini Kementerian Perdagangan fokus pada pengaturan, pembinaan, dan pemantauan niaga elektronik (niaga-el); peningkatan ekspor melalui platform digital; perdagangan fisik aset kripto; digitalisasi pasar tradisional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); sistem pemantauan dan pelaporan harga dan stok barang; serta negosiasi perdagangan digital,”terang Wamendag.
Wamendagmenjelaskan, sebagai implementasi transformasi digital di bidang perdagangan, Kementerian Perdagangan menargetkan digitalisasi 1.000pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia. Saat ini, sudah terdapat 2.047 pasar rakyat menggunakan situs web pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), 10 pasar rakyat on-boardingpemasaran secara digital, dan 51 pasar rakyat telah melakukan transaksi nontunai melalui QRIS. Untuk UMKM dan pedagang tradisional, 326 tradisional pasar di 42 kecamatan dengan 106.702 pedagang lokal telah menerapkan e-retribusi dan 9,7 juta pedagang UMKM telah melakukan transaksi nontunai melalui QRIS. Jumlah ini akan terus meningkat seiring berkembangnya program.
Menurut Wamendag, berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV), nilai transaksi niaga-eldi Indonesia pada 2022 diproyeksikan mencapai Rp526 triliun atau tumbuh 31,1persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya penetrasi internet dan meningkatnya konsumen digital di Indonesia.

Wamendag menambahkan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia juga berdampak pada perdagangan aset digital. Nilai transaksi aset kripto pada 2021 tercatat sebesar Rp859,4 triliun atau tumbuh lebih dari1.200 persenpada 2020.Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp249,3 triliun.
Di sisi lain, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar di Indonesia sampai dengan Agustus 2022 tercatat sebesar 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. “Ke depan, Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya ekosistem ekonomidigital yang solid. Dengan begitu, sektor ekonomi digital Indonesia nantinya dapat memberikan dampak yang lebih optimal dan bermanfaat bagi masyarakat,”pungkas Wamendag. (dya)



Kementerian Perdagangan terus mengoptimalkan potensisektor ekonomi digital Indonesia yang tumbuh dengan pesat.Diperkirakan, pada 2030, kontribusi sektor tersebutterhadap perekonomian nasional akan meningkatmenjadi 18 persen dari totalproduk domestik bruto(PDB).Hal inidisampaikanWakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalamacara Wo); sistem pemantauan dan pelaporan harga dan stok barang; serta negosiasi perdagangan digital,”terang Wamendag.Wamendagmenjelaskan, sebagai implementasi transformasi digital di bidang perdagangan, Kementerian Perdaganganmenarrld Cloud Show Indonesia Edition 2022 yang diselenggarakanoleh The Trescon Global Business Solutiondi Jakarta, hari ini,Selasa(4/10).“Dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia, saat ini Kementerian Perdaganganfokus pada pengaturan, pembinaan, dan pemantauan niaga elektronik (niaga-el); peningkatan ekspor melalui platform digital; perdagangan fisik aset kripto; digitalisasi pasar tradisional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKMgetkan digitalisasi 1.000pasarrakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia. Saat ini, sudah terdapat 2.047 pasar rakyat menggunakan situs web pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), 10 pasar rakyat on-boardingpemasaran secara digital, dan 51 pasar rakyat telah melakukan transaksi nontunai melalui QRIS.Untuk UMKM dan pedagang tradisional, 326 tradisional pasar di 42 kecamatan dengan 106.702 pedagang lokal telah menerapkan e-retribusi dan 9,7 juta pedagang UMKM telah melakukan transaksi nontunai melalui QRIS. Jumlah ini akan terus meningkat seiring berkembangnya program. Menurut Wamendag, berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV), nilai transaksi niaga-eldi Indonesia pada 2022 diproyeksikan mencapai Rp526 triliun atau tumbuh 31,1persendari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukungoleh meningkatnya penetrasi internet dan meningkatnya konsumendigital di Indonesia.
Wamendag menambahkan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia juga berdampak pada perdagangan aset digital. Nilai transaksi aset kripto pada 2021 tercatat sebesar Rp859,4 triliun atau tumbuh lebih dari1.200 persenpada 2020.Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp249,3 triliun.Di sisi lain, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar di Indonesia sampai dengan Agustus 2022 tercatat sebesar 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. “Ke depan,Kementerian Perdaganganterusbersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya ekosistem ekonomidigital yang solid. Dengan begitu, sektor ekonomi digital Indonesianantinya dapat memberikan dampak yang lebih optimaldan bermanfaatbagi masyarakat,”pungkas Wamendag.–selesai–Informasi lebih lanjut hubungi: Ani MulyatiKepala Biro Hubungan MasyarakatKementerian Perdagangan Email: pusathumas@kemendag.go.idDharmayugo HermansyahKepala Pusat Kebijakan Perdagangan DomestikBadan Kebijakan PerdaganganKementerianPerdaganganEmail:puska.pd@kemendag.go.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *